Kristina: Hampir Semua Pejabat Selingkuh

12:00 PM / / komentar (1)

"Memang tidak semua pejabat seperti itu (selingkuh-red), tapi almost (sebagian besar-red) memang demikian. Aku kan sering bicara dengan beberapa ibu pejabat. Kita sering sharing bagaimana suami mereka pernah ditawarin cewek," curhat Kristina kepada detikhot saat dihubungi lewat telepon, Selasa (5/5/2009) malam.

Kristina: Hampir Semua Pejabat Selingkuh ...

Memang tuduhan bahwa Antasari berselingkuh dengan Rani Juliani, seorang caddy golf dan dalang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, belum terbukti. Tapi sikap apatis Kristina juga tidak salah saat menilai prilaku sebagian petinggi negara di republik ini.

Apalagi suaminya, Al Amin Nasution, saat digulung KPK di kamar Hotel Ritz Carlton pada 9 April 2008 lalu tengah bersama seorang perempuan bernama Efilian Yonata. Efilian Yonata yang lebih dikenal sebagai Eiffel disebut-sebut berprofesi sebagai cewek panggilan. Walau di kemudian hari Eiffel membantah tegas tudingan miring tersebut.

Pelantun 'Jatuh Bangun' itu pun semakin tidak percaya dengan kinerja para pejabat Indonesia dengan adanya kasus yang menimpa Antasari Azhar. "Aku mau bicara sebagai rakyat kecil, dengan prilaku pejabat-pejabat yang seperti itu bagaimana kita mau percaya lagi dengan mereka," tuturnya.

Kristina pun berharap kalau para pejabat lebih bisa meningkatkan imannya dan selalu mengingat anak istri jika sedang bertugas. "Semuanya memang harus kuat imannya, tapi kalau imronnya sudah nggak kuat ya udah tergoda deh," cetusnya.

hiburan, gosip, artis, celebriti , , , ,

Jaksa Urip dan Musuh Antasari Bersorak

9:13 AM / / komentar (0)

Para terdakwa kasus korupsi dan suap yang pernah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersorak gembira ketika mengetahui Antasari Azhar dijaring sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Senin (4/5).

“Itu karma bagi orang yang berkehendak zalim terhadap diri saya,” ujar Urip Tri Gunawan, mantan jaksa yang dihukum 20 tahun penjara karena menerima suap Rp 6 miliar dari Arthalyta Suryani. Menurutnya, tuntutan 20 tahun yang diajukan jaksa penuntut umum dari KPK dan dikuatkan Mahkamah Agung (MA) membuat Urip sakit hati.

“Masak saya dituntut dan dihukum 20 tahun, salah saya apa. Saya merasa dizalimi. Tidak ada satu pun uang negara yang saya korupsi, tapi saya divonis begitu berat,” tegas Urip yang kini menghuni sel tahanan markas Brimob Kelapa Dua, Depok.

Saat ini, terdapat lima terpidana dan terdakwa kasus korupsi penghuni sel Brimob Kelapa Dua, yakni Urip Tri Gunawan, Aulia T Pohan (besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Hamka Yamdu (anggota DPR), mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, dan mantan Deputi Gubernur BI Maman Soemantri. “Wah, semuanya happy banget. Ketawa-tawa riang. Malah ada yang makannya jadi banyak,” ujar sebuah sumber.

Ketika ditanya komentar para penghuni tahanan Brimob Kelapa Dua, Urip juga mengatakan, mereka juga berpendapat seperti dirinya. “Ya sama seperti yang saya sampaikan ini. Ini karma buat Pak Antasari,” sambung Urip.

Penahanan terhadap Antasari dilakukan beberapa saat setelah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono menyampaikan keterangan hasil penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), di Mapolda Metro Jaya, Senin sore. Dalam kesempatan itu, Kapolda menyatakan status Antasari Azhar sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka Kombes Pol Wiliardi Wizar, tersangka Sigid Haryo Wibisono, dan sejumlah foto.

Jaksa non-aktif Urip Tri Gunawan usai mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/6/2008). Urip didakwa telah melakukan tindak pidanan korupsi dengan menerima uang suap sebesar 660 ribu dolar AS semasa menjadi jaksa kasus BLBI II dari pengusaha Artalyta Suryani.

Antasari menghuni sel tahanan narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.00. “Tadi pagi, dia kita periksa sebagai saksi dan siangnya pemeriksaan dilanjutkan sebagai tersangka,” kata Kapolda.

Mengapa Antasari ditahan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya? “Karena di tahanan punya kita (Direktorat Reserse Kriminal Umum/Ditreskrimum) banyak tahanan KPK. Jadi tidak kita satukan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan.
Kompas

hiburan, gosip, artis, celebriti , , , , , , , ,

Antasari Azhar Bantah Terlibat Asmara

4:31 PM / / komentar (0)

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Antasari Azhar membantah bahwa dirinya terlibat asmara dengan Rani Julianti (22) yang pernah menikah secara siri dengan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.

"Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang ada hubungan dengan wanita lain, dan hal ini perlu diluruskan," kata Antasari Azhar di Tangerang, Minggu (3/5).

Ketua KPK non aktif Antasari Azhar didampingi istrinya, Ida Laksmiwati, membantah opini yang beredar terkait kasus dugaan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang ditujukan pada dirinya, Tangerang, Minggu (4/5).

Antasari mengatakan masalah itu dalam jumpa wartawan di depan rumahnya di jalan Gunung Merbabu Blok A-11 No 13 Kompleks Giriloka II Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang Selatan, Banten.

Sedangkan Antasari didampingi istrinya Ida Lakmiwati dan sejumlah pengacara diantaranya Deni Kailimang, Farhat Abas, Juniver Girsang dan hadir juga bintang sinetron Anwar Fuadi.

Menurut dia, kini telah berkembang rumor yang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.

Antasari menyatakan masalah itu karena dirinya dihubungkan dengan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen yang tewas akibat diberondong peluru oleh dua pengendara sepeda motor setelah bermain golf di Lapangan Modernland Tangerang 14 Maret 2009.

Antasari akan dijadikan saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya dan didengar kesaksiannya Senin (4/5), termasuk kesaksian tentang hubungan nyadengan Rani Julianti (22) yang pernah menikah siri dengan Nasrudin.

Namun begitu, dirinya tidak mau mengomentari tentang adanya rumor tersebut yang dianggap tidak benar dan telah menyimpang dari persoalan hukum sebenarnya.

Walau demikian, pihaknya tetap menghargai proses hukum dan akan menjelaskan kepada penyidik Polda Metro Jaya Senin (4/5).

Menurut dia, dalam menghadapi kasus pembunuhan tersebut dirinya telah mengajukan cuti sehingga proses penyidikan lain menyangkut korupsi tetap dijalani anggota dan Wakil Ketua KPK.

Ia menambahkan tidak boleh kendur dalam memberantas korupsi apalagi berhenti dan terus dijalani sesuai aturan hukum yang berlaku.

Meski begitu, dirinya masih tetap tabah dalam menghadapi masalah ini karena mendapat dukungan penuh dari keluarga maupun istrinya. Kompas/Antara

hiburan, gosip, artis, celebriti , , , , , , , , ,
Bagikan

Pengunjung Ke :